Minggu, 12 Agustus 2012

WANITA KARIER ANTARA PEKERJAAN RUMAH TANGGA DAN PENDIDIKAN ANAK


WANITA KARIER ANTARA
PEKERJAAN RUMAH TANGGA DAN PENDIDIKAN ANAK

                 Allah meciptakan pria dan wanita dengan karakteristik yang berbeda.Secara alami pria memiliki badan dan otot – otot yang kuat sehingga mampu melakukan pekerjaan yang berat,Sedangkan bentuk kesulitan yang dialami wanita yaitu:mengandung,melahirkan,menyusui dan mendidik anak serta menstruasi yang mengakibatkan kondisi labil dan lemah.Oleh karena itu dienul islam menghendaki agar wanita melakukan pekerjaan yang tidak bertentangan dengan kodratnya,karena islam membebankan keatas pundak pria untuk bekerja dengan giat dan bersusah payah demi menghidupi keluarganya.

                Namun seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan tekhnologi disegala bidang telah banyak wanita yang tampil dan berperan aktif dalam pembangunan.Munculnya gerakan emansipasi menjadikan wanita dapat berkiprah untuk melakukan ekspansi dalam berkarier,ditambah lagi banyaknya kasus dimasyarakat yang menyatakan banyaknya wanita yang dianggab remeh oleh kaum pria karena hanya bias bergantung pada pria saja.

              Akan tetapi pemahaman tenteng eman sipasi dan persamaan hak sering dimaknai sebatas kebebasan dari belenggu penjajahan pria yang berarti wanita bisa  bebas untuk melakukan apa saja yang cenderung berlebihan dalam segala hal.Apalagi pada wanita yang berumah tangga,sering kali dihadapkan dalam peristiwa yang dilematis.Mereka memilih lebih banyak diluar dari pada didalam rumah ,sehingga memperkerjakan pembantu,padahal sebagai istri dia memiliki tanggung jawab tentang pekerjaan rumah tangga kepada suami serta memperhatikan pendidikan anak ,mereka menganggab pendidikan anan itu urusan sekolah,mereka hanya punya kewajiban membayar,padahal pendidikan utama pada anak lebih banyak diperoleh dari ibu.

             Menanggapi hal itu banyak dianjurkan wanita agar bekerja didalam rumah saja.Namun melihat kondisi manusia yamg terdiri dari pria dan wanita.islam mewajibkan wanita untuk berkarir diluar rumah dalam suatu urusan dan pekerjaan tertentu dan bahkan haram bila dikerjakan kaum pria,seperti tugas membantu wanita bersalin.Hukumnya akan haram bila dikerjakan oleh seorang bidan pria,dan sebaliknya hukumnya fardu ain bagi wanita untuk membantu proses persalinan .Islam mewajibkan pula para wanita belajar dam sekolah,bukan hanya sampai tingkat 9 tahun,tetapi juga sampai pada posisi yang tertinggi agar para wanita mengeti dan mampu menempatkan diri sebagai wanita yang baik dan mampu menyeimbangkan antara urusan rumah tangga,karir dan dalam mendidik anak-anaknya.Maka sekian persen wanita muslimah wajib keluar rumah untuk menjadi dokter,tenaga para medis,guru atau juga untuk menuntut ilmu,karena sekian persen penduduk wanita dan anak-anak membutuhkan seorang wanita karir yang cerdas.

            Untuk itu islam mengizinkan bahkan mewajibkan wanita keluar rumah untuk berkarirdengan persyaratan sebagai berikut: disetujui oleh kedua orang tua atau suaminya,pekerjaan tersebut terhindar dari ikhtilath,khalwat dengan pria asing,menutup aurot dan menjauhikan diri dari indicator fitnah,komitmen dalam etika dan hukum-hukum yang benar.Begitulah pentintingnya peran wanita dalam kehidupan didunia ini.Coba bayangkan apa yang terjadi bila tidak ada wanita didunia ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar