Senin, 21 November 2016
Jumat, 03 Juni 2016
IBU YANG BAIK ADALAH YANG MELAHIRKAN KETURUNANNYA YANG BAIK
Berkenaan pendidikan anak-anak, Islam pertama-tama menganjurkan agar
hendaknya setiap orang mukmin memilih teman hidupnya seorang yang baik
agar berkat pengaruhnya, keturunannya akan menjadi orang-orang yang baik
pula.
Rasulullah saw bersabda:
Semenjak bumi ini diciptakan hingga kini, tidak ada sarana lain untuk mendapatkan keturunan yang saleh selain seorang ibu yang mukhlis lagi berbudi luhur, Di sinilah tampak ciri khas kesempurnaan agama Islam. Islam mengatur pendidikan anak-anak jauh sebelum anak lahir ke bumi. Islam memerintahkan jika seorang mukmin ingin mempunyai keturunan yang saleh, ia hendaknya memilih calon istrinya seorang wanita yang beragama serta berakhlak. Sebab jika ia salah pilih maka penyesalanlah yang akan diterimanya seumur hidup.
Di dalam nasehat diatas tersembunyi hikmah, sebagaimana sebuah ladang yang subur tanahnya berpengaruh kepada hasil panennya, demikin pula halnya seorang ibu membekaskan pengaruh pada pembawaan akhlak serta perangai anak-anaknya. Sesudah anak lahir, pendidikan ibu pada prakteknya amat besar bekasnya. Ya, benar si ayah pun mempunyai andil dalam mendidik anak. Akan terapi, dibanding dengan jerih payah sang ibu peran ayah jauh sekali dibandingkan dengan ibu. Selama masih bayi dari ibunyalah ia menghirup kelezatan air susu ibu. Dirangkulan ibunyalah ia menikmati ketentraman. Siang malam ia senantiasa berada disamping ibu. Kepada ibulah ia bertutur. Kepada ibu ia merengek-rengek meminta sesuatu. Kepada ibu ia mencari jalan penyelesaian dalam suatu masalah. Dari mulut ibu ia mendengar kata-kata mesra. Sekali-kali ibu memarahinya, tetapi tak urung ia kembali kepada ibu dan bergelantung padanya. Ia memperhatikan setiap tingkah-laku ibu. Pendek kata, seorang anak merupakan bagian wujud seorang ibu.
Perhubungan antara ayah dan anak yang kesempatannya jarang, lagi pula kaku itu, jika dibandingkan dengan perhubungan antara ibu dan anak selama dua puluh empat jam yang mesra lagi erat, boleh dikatakan seolah-olah tidak berarti belaka. Karena itulah Rasulullah saw bersabda:
Maksud ucapan itu ialah, jika sang ibu seorang yang mukhlis, maka perhubungannnya yang erat siang malam itu akan menuntun anaknya langsung ke sorga. Dengan jalan berkhidmat kepada ibu terbuka baginya jalan menuju sorga.
Saya telah memperhatikan keadaan ribuan rumah tangga dan dengan diam-diam mengamati peri kehidupan mereka, maka di mana ratu rumahtangganya seorang wanita yang baik, di sana rata-rata 80% dari keluarga semacam itu terdiri atas anak-anak yang baik. Keadaan itu ada kekecualinnya, jika anak itu setelah menjadi besar berubah menjadi tidak baik, disebabkan oleh pengaruh buruk pergaulan mereka. Begitulah kehendak kodrat alam yang tak berubah-ubah dan mengenainya junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw. Bersabda
Walhasil, rahasia pertama mendidik itu disini. Seseorang yang memilih jodohnya seorang wanita dengan mengutamakan kecantikan paras mukanya, kebangsawanannya, dan kekayaan hartanya belaka, ia tak ubahnya seperti berlari-lari mengejar sesuatu yang tidak kekal. Oleh karena itu, dianjurkan agar lebih baik memilih seorang wanita yang beragama dan berakhlak. Jika seseorang mendapatkan seorang istri yang beragama dan si samping itu dimilikinya pula nikmat-nikmat tambahan (berupa kecantikan, harta, dan keturunan) itu, ia tak ubahnya laksana memiliki sebutir mutiara. Akan tetapi, dasar utamanya untuk memperoleh keturunan yang baik adalah terletak pada kecondongan sifat istri kepada agama dan keelokan budi pekerti. Selain itu, seorang istri yang mukhlis bahkan merupakan sumber ketentraman kalbu dan kedamaian pikiran bagi sang suami dan membuat rumah tangga bagaikan sorga dunia.
Sumber: Hadhrat Mirza Bashir Ahmad, MA, Dasar-Dasar Pendidikan Bagi Jemaat, Bandung: Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1998.
Rasulullah saw bersabda:
”Ada empat sebab orang memilih teman hidupnya. Sebagian orang memilih sebab harta-bendanya. Sebagian lagi sebab keturunannya. Sebagian lagi sebab tertarik oleh kecantikannya. Dan sebagian lagi memandang penting akhlak dan agamanya. Hendaknya engkau selalu mengutamakan akhlak dan agamanya. Kalau tidak tanganmu akan dikotori oleh lumpur” (Bukhari, Muslim, dan Misykaat hal. 267)
Semenjak bumi ini diciptakan hingga kini, tidak ada sarana lain untuk mendapatkan keturunan yang saleh selain seorang ibu yang mukhlis lagi berbudi luhur, Di sinilah tampak ciri khas kesempurnaan agama Islam. Islam mengatur pendidikan anak-anak jauh sebelum anak lahir ke bumi. Islam memerintahkan jika seorang mukmin ingin mempunyai keturunan yang saleh, ia hendaknya memilih calon istrinya seorang wanita yang beragama serta berakhlak. Sebab jika ia salah pilih maka penyesalanlah yang akan diterimanya seumur hidup.
Di dalam nasehat diatas tersembunyi hikmah, sebagaimana sebuah ladang yang subur tanahnya berpengaruh kepada hasil panennya, demikin pula halnya seorang ibu membekaskan pengaruh pada pembawaan akhlak serta perangai anak-anaknya. Sesudah anak lahir, pendidikan ibu pada prakteknya amat besar bekasnya. Ya, benar si ayah pun mempunyai andil dalam mendidik anak. Akan terapi, dibanding dengan jerih payah sang ibu peran ayah jauh sekali dibandingkan dengan ibu. Selama masih bayi dari ibunyalah ia menghirup kelezatan air susu ibu. Dirangkulan ibunyalah ia menikmati ketentraman. Siang malam ia senantiasa berada disamping ibu. Kepada ibulah ia bertutur. Kepada ibu ia merengek-rengek meminta sesuatu. Kepada ibu ia mencari jalan penyelesaian dalam suatu masalah. Dari mulut ibu ia mendengar kata-kata mesra. Sekali-kali ibu memarahinya, tetapi tak urung ia kembali kepada ibu dan bergelantung padanya. Ia memperhatikan setiap tingkah-laku ibu. Pendek kata, seorang anak merupakan bagian wujud seorang ibu.
Perhubungan antara ayah dan anak yang kesempatannya jarang, lagi pula kaku itu, jika dibandingkan dengan perhubungan antara ibu dan anak selama dua puluh empat jam yang mesra lagi erat, boleh dikatakan seolah-olah tidak berarti belaka. Karena itulah Rasulullah saw bersabda:
“Sorga terletak di bawah kaki ibu”
Maksud ucapan itu ialah, jika sang ibu seorang yang mukhlis, maka perhubungannnya yang erat siang malam itu akan menuntun anaknya langsung ke sorga. Dengan jalan berkhidmat kepada ibu terbuka baginya jalan menuju sorga.
Saya telah memperhatikan keadaan ribuan rumah tangga dan dengan diam-diam mengamati peri kehidupan mereka, maka di mana ratu rumahtangganya seorang wanita yang baik, di sana rata-rata 80% dari keluarga semacam itu terdiri atas anak-anak yang baik. Keadaan itu ada kekecualinnya, jika anak itu setelah menjadi besar berubah menjadi tidak baik, disebabkan oleh pengaruh buruk pergaulan mereka. Begitulah kehendak kodrat alam yang tak berubah-ubah dan mengenainya junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw. Bersabda
“Hendaklah engkau selalu mengutamakan akhlak dan agama (wanita yang akan engkau kawini). Kalau tidak, tanganmu akan dikotori oleh lumpur,”
Walhasil, rahasia pertama mendidik itu disini. Seseorang yang memilih jodohnya seorang wanita dengan mengutamakan kecantikan paras mukanya, kebangsawanannya, dan kekayaan hartanya belaka, ia tak ubahnya seperti berlari-lari mengejar sesuatu yang tidak kekal. Oleh karena itu, dianjurkan agar lebih baik memilih seorang wanita yang beragama dan berakhlak. Jika seseorang mendapatkan seorang istri yang beragama dan si samping itu dimilikinya pula nikmat-nikmat tambahan (berupa kecantikan, harta, dan keturunan) itu, ia tak ubahnya laksana memiliki sebutir mutiara. Akan tetapi, dasar utamanya untuk memperoleh keturunan yang baik adalah terletak pada kecondongan sifat istri kepada agama dan keelokan budi pekerti. Selain itu, seorang istri yang mukhlis bahkan merupakan sumber ketentraman kalbu dan kedamaian pikiran bagi sang suami dan membuat rumah tangga bagaikan sorga dunia.
Sumber: Hadhrat Mirza Bashir Ahmad, MA, Dasar-Dasar Pendidikan Bagi Jemaat, Bandung: Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1998.
Selasa, 17 Mei 2016
Dear suamiku sayank
Dear suamiku sayank
Sungguh tak
pernah henti ku ucapkan beribu syukur kepadamu wahai Allah tuhanku yang telah
menyatukanku dengan dia.
Bidadara setampan apapun sudah lagi tak
bisa menggoyahkan rasa cintaku pada suamiku.
Sungguh Allah ku ingin selalu berdzikir
berucap terimakasih padamu Tuhan karna engkau semakin menumbuhkan cintaku pada
suamiku yang semakin hari semakin bertambah.
Apalagi sebentar lagi akan hadir malaikat
kecil hadiah darimu Allah.
Dan ku berjanji akan selalu mencintai
anak dan suamiku hanya karna mengharap ridlomu wahai Gusti Allah
Senin, 16 Mei 2016
Pernikahan
| Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah dan mampu untuk melakukannya maka bersegeralah. |
| Tidak ada pernikahan tanpa perjuangan, suatu saat nanti akan engkau dapatkan asal perjuangan yang kau lakukan dilandasi dengan keimanan dan kesabaran. |
| Maka menikahlah karena yang demikian itu lebih mulia untuk menjaga pandangan mata dan kemaluan. |
| Jadikanlah pernikahan sebagai ibadah kepada-Mu dan sebagai tanda cinta kami kepada orang tua kami. |
| Tidak ada pernikahan yang bahagia tanpa pengorbanan yang tidak pernah berhenti. |
| Ya Allah, mudahkanlah segala urusan kami dalam berkeluarga. |
| Ya Allah, sempurnakanlah kebahagiaan kami dengan menjadikan pernikahan ini sebagai ibadah kepada-Mu |
| Ya Allah, jadikanlah kami pasangan yang pandai bersyukr ataus apa yang kau berikan. Jadikanlah kami suami/istri yang saling mencintai dikala dekat, saling menjaga kehormatan dikala jauh, saling menghibur dikala duka. |
| Barang siapa yang belum mampu menikah hendaklah ia berpuasa, karena itu adalah penyembuh |
| Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tidak akan pernah melebihi batas kemampuanmu |
| Ya Allah, Yang Maha Mengetahui isi hati, bahagiakanlah orang-orang yang aku sayangi, khususnya istri hamba |
Semoga Allah menghimpun yang berserak dari keduanya, memberkati mereka berdua, kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikan sebagai pembuka pintu rahmat |
| Jika engkau menjalani setiap hari seolah-olah itu adalah hari terakhirmu bersama pasangan maka engkau akan menumbuhkan rasa sayang yang kuat |
| Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan semoga Allah memberi berkah atasmu, dan semoga ia mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan |
| Tuhan hanya memberikan kepada laki-laki dan perempuan satu hati agar dapat bersatu dan berpasangan layaknya mata, telinga, tangan, kaki, yang saling berpasangan |
| Ya Allah, berkahilah pendengaran kami, penglihatan kami, tindakan kami, hati kami, suami/istri kami dan keturunan kami |
| Semulia-mulianya manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika sanggup membalas dan bersikap adil ketika kuat, serta menikah ketika mampu |
| Menikahlah karena engkau mencontoh nabi Muhammad SAW dan dalam rangka mengikuti semua sunnah beliau |
| Menikahlah atas nama Allah SWT, dan semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah |
| Suatu pernikahan bisa langgeng jika kedua pasangan menyadari bahwa hal yang lebih baik terkadang datang setelah hal yang lebih buruk |
| Barangsiapa menikah untuk menjaga kehormatan diri dan agamanya maka Allah akan memuliakan dirinya |
Kamis, 18 Februari 2016
Langganan:
Postingan (Atom)










